Selasa, 16 September 2014

Cara Download Video di Youtube Tanpa Software IDM

Youtube adalah situs web yang popular saat ini untuk mengunggah, menonton, dan berbagi video. Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mendownload video dari youtube tanpa menggunakan software seperti IDM. Meski pun tidak semua orang tau bagaimana cara mendownload nya.

Dulu saya pernah kesal dengan software IDM, entah kenapa kok IDM nya tidak berjalan ketika saya ingin mendownload video dari Youtube. Biasanya kalau kita menonton video dari youtube tombol download IDM secara otomatis akan muncul di sebelah kiri paling bawah untuk kita download video nya dan ini tidak ada !!! Perhatikan kotak merah yang saya tandai pada gambar di bawah.

Cara Download Video di Youtube Tanpa Software IDM
Tanpa menyerah saya mencoba cari cara bagaimana cara nya agar video tersebut bisa saya download tanpa software IDM. Dan Akhirnya usaha saya tidak sia-sia, saya menemukan trik untuk mendownload nya.

Mau tau cara nya bagaimana, yuk lanjutkan membaca nya :D 
  • Pertama yang harus Anda lakukan adalah mengunjungi situs Youtube, cari video yang akan Anda download.
  • Jika sudah ketemu, selanjutnya perhatikan di bagian Address Bar Anda rubah URL video nya.
Misal URL video nya "www.youtube.com/watch?v=8dHjn-6d9TM"
Lalu Anda rubah menjadi  "ssyoutube.com/watch?v=8dHjn-6d9TM"
Cara Download Video di Youtube Tanpa Software IDM

  • Lalu tekan Enter maka Anda akan masuk ke halaman baru, lihat di bagian kanan yang saya beri kota warna merah, pilih format video yang akan Anda download. Silahkan klik salah satu maka secara otomatis video tersebut mulai mendownload. 
Cara Download Video di Youtube Tanpa Software IDM

Selanjutnya Anda hanya menunggu proses download selesai. Itulah trik yang bisa saya share kepada Anda "Cara Download Video di Youtube Tanpa Software IDM" Selamat mencoba, semoga bermanfaat

Minggu, 07 September 2014

Cara Alami Mengatasi Sakit Gigi

 Masalah yang satu ini memang sangat-sangat menyebalkan dan membuat siapapun yang mengalaminya sangat menderita. Walaupun saya sendiri belum pernah merasakan sakit gigi (semoga tidak akan pernah), tapi kakak saya pernah beberapa kali mengalaminya, dan dari ekspresi yang ditunjukkannya, saya tau jika dia sangat kesakitan. Tapi kakak saya tetaplah kakak saya, dia tidak akan pernah mau mengkonsumsi obat sakit gigi walau separah apapun sakit yang dialaminya. Dia lebih memilih menggunakan metode alami untuk mengatasi rasa sakit giginya tersebut, dan cara yang dilakukannya memang terbukti ampuh menghilangkan sakit giginya dengan cepat.

tips cara menghilangkan sakit gigi dengan cepat

Lalu seperti apa caranya? Dia menggunakan metode pemijatan dengan teknik akupuntur. Teknik ini selalu dilakukannya setiap kali mengalami sakit gigi, entah itu sakit gigi geraham bawah ataupun geraham atas. Berikut ini saya bagikan cara mengobati sakit gigi yang selalu dilakukan oleh kakak saya (keterangan dari gambar diatas):
  • Untuk menghilangkan sakit gigi geraham bawah, anda tinggal menekan daerah akar gigi geraham kedua (daerah yang sakit) dengan keras selama beberapa saat (lakukan hingga beberapa kali).
  • Selanjutnya, tekan atau pijat-pijat daerah antara sendi pertama jempol kaki anda. Jika yang sakit geraham bawah, maka yang dipijat adalah daerah setelah sendi pertama jempol kaki. Jika yang sakit geraham atas, maka yang dipijat adalah daerah sebelum sendi pertama jempol kaki.
  • Untuk pemijatan di jempol kaki, maka lakukan pada sisi yang berlawanan dengan daerah yang mengalami sakit gigi. Jika sakit giginya di sebelah kanan, maka yang dipijat / ditekan adalah jempol kiri, begitupula sebaliknya.
Selain dengan menggunakan metode akupuntur, anda juga bisa menggunakan resep obat sakit gigi dengan ramuan alami sebagai berikut:
  • Minyak cengkeh. Pada sebuah penelitian ilmiah yang diterbitkan dalam Journal of Dentistry th. 2006, disebutkan bahwa minyak cengkeh mampu mengurangi rasa sakit pada gigi yang bermasalah. Caranya juga sangat mudah, cukup teteskan minyak cengkeh pada kapas bersih, lalu oleskan pada bagian gigi yang terasa sakit.
  • Bawang putih. Ini cocok diterapkan untuk gigi berlubang yang terasa sakit. Cukup patahkan sedikit bawang putih, lumatkan, lalu tempelkan pada gigi berlubang anda. Biarkan sekitar 5 menit, lalu bersihkan dengan cara berkumur menggunakan air hangat. Menurut Jude C. Tood dalam bukunya Jude’s Herbal Homes Remedies, bawang putih ampuh mengatasi sakit gigi pada gigi berlubang karena mengandung senyawa antiseptik alami yang kuat.
  • Getah jarak. Selama ini mungkin anda sudah pernah tau, atau setidaknya pernah melihat berita mengenai minyak buah jarak yang bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang berkualitas. Namun mungkin anda belum pernah mendengar jika getah tanaman ini juga berkhasiat untuk menghilangkan rasa sakit gigi, khususnya pada gigi yang berlubang. Caranya, teteskan getah jarak pada kapas bersih, lalu tempelkan pada gigi berlubang tersebut. Biarkan beberapa menit, lalu bersihkan dengan cara berkumur dengan air hangat.

Kamis, 24 Januari 2013

cara membuka kunci HP samsung


Setelah dibingungkan hanya sebuah phone code samsung GT-C3322 agar bisa di info dengan hwk ternyata sulit untuk conect nya. Dan akhirnya ketemu solusi lain agar hanphone bisa diunlock. Entah ini hanya kebetulan atau memang ini trik untuk unlock handphone samsung GT-C3322 tanpa BOX. Lihat trik di bawah ini :
  1. Nyalakan handphone lalu akan muncul intruksi suruh masukan kode.
  2. Kode tidak usah di masukan (Karena tidak tahu kodenya dan ini yang jadi pokok permasalahan.hehehhe)  dan langsung gunakan pangilan darurat dengan menekan tombol kanan di atas tombol ON/OFF
  3. Setelah terhubung  tulis kode full reset *2767*3855#
  4. Tunggu panggilan sampai putus dan angka *2767*3855#  masih tampil di layar
  5. Hapus hanya tanda #  saja jangan keseluruhan
  6. Tulis kembali # maka akan meriset semua dan hp akan ter unlock.
  7. Selamat mencoba...
Nb : Data yang tersimpan dihandphone akan terhapus semua

Senin, 06 Agustus 2012

mukjizat nabi MUHAMMAD

Sebelum masa kenabian

Tradisi Islam banyak menceritakan bahwa pada masa kelahiran dan masa sebelum kenabian, Muhammad SAW sudah diliputi banyak mukjizat. Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 22 April 570 di kalangan keluarga bangsawan Arab, Bani Hasyim. Ibnu Hisyam, dalam Sirah Nabawiyah menuliskan Muhammad SAW memperoleh namanya dari mimpi ibunya, Aminah binti Wahab ketika mengandungnya. Aminah memperoleh mimpi bahwa ia akan melahirkan “pemimpin umat”. Mimpi itu juga yang konon menyuruhnya mengucapkan, “Aku meletakkan dirinya dalam lindungan Yang Maha Esa dari segala kejahatan dan pendengki.” Kisah Aminah dan Abdul Muthalib juga menunjukkan bahwa sejak kecil Muhammad SAW adalah anak yang luar biasa. Berikut ini adalah mukjizat yang terjadi pada saat kelahiran dan masa kecil Muhammad SAW:

* Aminah binti Wahab, ibu Muhammad SAW pada saat mengandung Muhammad SAW tidak pernah merasa lelah seperti wanita pada umumnya.

* Saat melahirkan Muhammad SAW, Aminah binti Wahab tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya.

* Muhammad SAW dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan.

* Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.

* Halimah binti Abi-Dhua’ib, ibu susuan Muhammad SAW dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering susunya. Halimah dan suaminya pada awalnya menolak Muhammad SAW karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa’d, ia menerima Muhammad SAW. Selama dengan Halimah, Muhammad SAW hidup nomaden bersama Bani Sa’d di gurun Arab selama empat tahun.

* Abdul Muthalib, kakek Muhammad SAW menuturkan bahwa berhala yang ada di Ka’bah tiba-tiba terjatuh dalam keadaan bersujud saat kelahiran Muhammad SAW. Ia juga menuturkan bahwa ia mendengar dinding Ka’bah berbicara, “Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan dariku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuknya kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam Ini.”

* Dikisahkan saat Muhammad SAW berusia empat tahun, ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi di ketika Muhammad SAW sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa’d dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad SAW dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah. Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran terperinci bahwa kedua orang itu, “membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju.” Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Muhammad SAW diisra’kan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah.

* Dikisahkan pula pada masa kecil Muhammad SAW, ia telah dibimbing oleh Allah. Hal itu mulai tampak setelah ibu dan kakeknya meninggal. Dikisahkan bahwa Muhammad SAW pernah diajak untuk menghadiri pesta dalam tradisi Jahiliyah, namun dalam perjalanan ke pesta ia merasa lelah dan tidur di jalan sehingga ia tidak mengikuti pesta tersebut.

* Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad SAW. Muhammad SAW saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad SAW saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad SAW dan menyaksikan adanya sebuah “stempel kenabian” (tanda kenabian) di kulit punggungnya.

* Mukjizat lain adalah Muhammad SAW pernah memperpendek perjalanan. Kisah ini terjadi saat pulang dari Syiria. Muhammad SAW diperintahkan Maisarah membawakan suratnya kepada Khadijah saat perjalanan masih 7 hari dari Mekkah. Namun, Muhammad SAW sudah sampai di rumah Khadijah tidak sampai satu hari. Dalam kitab as-Sab’iyyatun fi Mawadhil Bariyyat, Allah memerintahkan pada malaikat Jibril, Mikail, dan mendung untuk membantu Muhammad SAW. Jibril diperintahkan untuk melipat tanah yang dilalui unta Muhammad SAW dan menjaga sisi kanannya sedangkan Mikail diperintahkan menjaga di sisi kirinya dan mendung diperintahkan menaungi Muhammad SAW.

Pada Masa Kenabian

Kharisma

* Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang sedang menghunus pedang kearah leher Muhammad SAW.
 
* Menjadikan tangan Abu Jahal kaku.
 
* Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Muhammad SAW, kemudian jin itu diganti namanya menjadi Abdullah bin Abhar.
Menghilang dan menidurkan musuh

* Menghilang saat akan dibunuh oleh utusan Amr bin at-Thufail dan Ibad bin Qays utusan dari Bani Amr pada tahun 9 Hijriah atau Tahun Utusan
 
* Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Muhammad SAW ketika ia duduk di sekitar Ka’bah dengan Abu Bakar.[17]
 
* Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal dimana saat itu ia sedang shalat.
 
* Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya dengan taburan pasir.
Binatang, tumbuhan, alam dan benda mati

* Seekor srigala berbicara kepada Muhammad SAW .
* Berbicara dengan unta yang lari dari pemiliknya yang menyebabkan masyarakatnya meninggalkan shalat Isya’.
 
* Berbicara dengan unta pembawa hadiah raja Habib bin Malik untuk membuktikan bahwa hadiah tersebut bukan untuk Abu Jahal melainkan untuk Muhammad SAW. 

* Mengusap kantung susu seekor kambing untuk mengeluarkan susunya yang telah habis.
 
* Dua Sahabat Nabi SAW dibimbing oleh cahaya.
 
* Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah.
 
* Pohon kurma dapat berbuah dengan seketika.
 
* Batang pohon kurma meratap kepada Muhammad SAW .
 
* Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad SAW.
 
* Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Muhammad SAW.
 
* Mendatangkan hujan dan meredakan banjir saat musim kemarau tahun 6 Hijriah di Madinah yang saat itu mengalami kekeringan.
 
* Berbicara dengan gunung untuk mengelurkan air bagi Uqa’il bin Abi Thalib yang kehausan.
 
* Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.
 
* Merubah emas hadiah raja Habib bin Malik menjadi pasir di gunung Abi Qubaisy.
 
* Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya.
 
* Tubuh Muhammad SAW memancarkan petir ketika hendak di bunuh oleh Syaibah bin ‘Utsman pda Perang Hunain.

Makanan dan minuman

* Makanan yang di makan oleh Muhammad SAW mengagungkan Nama Allah.
 
* Makanan sedikit yang bisa dimakan sebanyak 800 orang pada Perang Khandaq.
 
* Roti sedikit cukup untuk orang banyak.
 
* Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.
 
* Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat.
 
* Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari.
 
* Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad SAW.
 
* Air memancar dari sela-sela jari. Kemudian air itu untuk berwudhu 300 orang sahabat hanya dengan semangkuk air.
 
* Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit atas izin Allah.
Mendo’akan dan menyembuhkan

* Menyembuhkan betis Ibnu al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Muhammad SAW meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa meresakan sakit sedikit pun.
 
* Mata Qatadah terluka pada Perang Uhud, sehingga jatuh dari kelopaknya, kemudian oleh Muhammad SAW mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.
 
* Mendo’akan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.
 
* Mendo’akan Anas bin Malik dengan banyak harta dan anak.
 
* Menyembuhkan daya ingat Abu Hurairah yang pelupa.
 
* Menyembuhkan penyakit mata Ali bin Abi Thalib saat pemilihan pembawa bendera pemimpin dalam perang Khaibar.
 
* Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Tsur dari pengejaran penduduk Mekah.
 
* Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.
 
* Menyambung tangan orang Badui yang tangannya putus setelah dipotong oleh dirinya sendiri setelah menampar Muhammad SAW.
 
* Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian do’a tersebut dikabulkan.
 
* Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam.
Hal ghaib dan ru’yah

* Mengetahui siksa kubur dua orang dalam makam yang dilewatinya karena dua orang tersebut selalu shalat dalam keadaan kotor karena kencingnya selalu mengenai pakaian shalat.
 
* Mengetahui ada seorang Yahudi yang sedang disiksa dalam kuburnya.
 
* Meramalkan seorang istrinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan disekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Muhammad SAW.
 
* Meramalkan istrinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Muhammad SAW.
 
* Meramalkan Abdullah bin Abbas akan menjadi “bapak para khalifah” yang terbukti pada keturunah Abdullah bin Abbas yang menjadi raja-raja kekhalifahan Abbasiyah selama 500 tahun.
 
* Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.

Mukjizat terbesar

* Membelah bulan dua kali untuk membuktikan kenabiannya pada penduduk Mekkah.
 
* Isra ke Masjidil Aqsa dari Masjidil Haram lalu Mi’raj ke Sidratul Muntaha dari Baitul Maqdis tidak sampai satu malam pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah.
 
* Menerima Al-Qur’an sebagai Firman Tuhan terakhir padahal ia seorang yang buta huruf.
Tapi harap di ingat jika mukjizat dalam artikel di atas belum lengkap dibanding apa yg tertulis dalam kitab hadist yg lengkap & jumlahnya menjumpai 300 kisah mukjizat dari Rasulullah Muhammad SAW baik yg serupa ataupun lainnya.
 
Tujuan pembuktian ini bukan acuan pada mukjizat di atas, tetapi pada Qur’an sebagai Firman ALLAH & mengapa disebut Mukjizat terbesar sepanjang masa. Terima kasih kepada yang menyampaikan ilmu ini kepada penulis. Semoga bermanfaat

Sabtu, 04 Agustus 2012


Ikhwan A : “Antum shalat tarawihnya dimana?” Ikhwan B : “Ana shalatnya di masjid dekat rumah ana.”
Ikhwan A : “Itu kan jumlahnya 23 rakaat?!”
Ikhwan B : “Iya 23 rakaat, emang kenapa?”
Ikhwan A : “Shalat Tarawihnya gak nyunnah!…gak ada dalilnya… Antum koq mau saja shalat tarawihnya disitu?”
Ikhwan B : “Kalau antum shalatnya dimana? Memangnya di daerah kita ada masjid yang shalatnya 11 rakaat?”
Ikhwan A : “Ana shalat tarawihnya di rumah, biar bisa shalat 11 rakaat.”

Ikhwan B : “Justru shalat tarawih yang sendirian itu (di rumah) yang tidak nyunnah. Bukankah shalat tarawih itu sunnahnya dikerjakan secara berjamaah di masjid?? Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” (HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450)”

Ikhwan A : “soalnya di daerah kita tidak ada masjid yang shalatnya 11 rakaat. Lagipula dulu Rasulullah shalat tarawih berjamaahnya hanya diawal bulan dan di akhir bulan saja, seterusnya beliau shalat di rumah sendirian.”
Ikhwan B : “Rasulullah shalat di rumah sendirian karena ada alasannya seperti yang disebutkan dalam hadits, yaitu khawatir shalat tarawih akan diwajibkan untuk umatnya. Seperti sabda beliau shalallahu alaihi wasallam: ‘…Namun aku khawatir kalau shalat itu akhirnya menjadi wajib atas diri kalian sehingga kalian tak sanggup melakukannya.’ (HR: Bukhari dan Muslim). Lagipula shalat tarawih berjamaah mulai rutin dilakukan atas ijtihadnya Umar bin al Khaththab, bukankan Umar adalah Khulafaur Rasyidin, dan ijtihadnya Khulafaur Rasyidin juga termasuk Sunnah?? Seperti disabda beliau, ‘…Maka, hendaklah kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para khulafaur-rasyidin yang mendapat petunjuk sesudahku. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 4607; At-Tirmidzi no. 2676; Ahmad 4/126-127;)”
Ikhwan A : “Iya…ana tahu kalau shalat tarawih berjamaah itu adalah sunnah, tapi yang jadi permasalahan sekarang ini adalah jumlah bilangannya. Daripada ana shalat 23 rakaat yang tidak ada sunnahnya, lebih baik ana shalat sendirian dengan 11 rakaat biar sesuai sunnah. Seandainya ada masjid di daerah kita yang 11 rakaat, ana pasti akan shalat berjamaah disitu, tapi buktinya belum ada masjid yang shalatnya 11 rakaat. Bagaimana donk??”
Ikhwan B : “Memang benar bahwa shalat tarawih 11 rakaat itu sunnah, tapi shalat dengan jumlah 23 rakaat itu juga dibolehkan.”
Ikhwan A : “Kalau shalat 23 rakaat itu dibolehkan, mana dalilnya?”
Ikhwan B : “Dalilnya, Umar pernah shalat tarawih 23 rakaat. Riwayat ini dishahihkan oleh Imam AlNawawi, Al Zaila’i, Al Aini, Ibn Al Iraqi, Al Subkhi, As Suyuthi, Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, dan lain-lain.”
Ikhwan A : “Ana mintanya dalil dari Rasulullah. Apakah Rasulullah pernah shalat tarawih 23 rakaat.”
Ikhwan B : “Hmm…memang Rasulullah tidak pernah shalat tarawih dengan 23 rakaat, karena hadits2 tentang tarawihnya Nabi sebanyak 23 rakaat tidak ada yang shahih.”
Ikhwan A : “Nah kalau Nabi tidak pernah shalat tarawih 23 rakaat, lantas kenapa antum membolehkan shalat tarawih 23 rakaat?”
Ikhwan B : “Karena hukum asalnya shalat tarawih itu tidak dibatasi bilangannya. Seperti hadits Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam: ‘Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika engkau khawatir akan datangnya fajar maka shalatlah 1 rakaat agar jumlah rakaatnya ganjil’. (Muttafaqun ‘ilaihi). Hadits ini mutlak menjelaskan bahwa bilangan shalat malam itu tidak dibatasi, berapa saja dibolehkan, selama belum masuk waktu fajar. Makanya Umar dan para Salaf melakukan shalat tarawih dengan bilangan yang bermacam-macam.”
Ikhwan A : “Mana yang lebih baik, yang dilakukan Nabi atau yang dilakukan oleh Umar atau orang lain?”
Ikhwan B : “Jelas yang lebih baik adalah yang dilakukan Nabi shalallahu alaihi wasallam.”
Ikhwan A : “Kalau yang dilakukan Nabi adalah lebih baik, ya sudah…cukup shalat tarawih dengan 11 rakaat, tidak perlu ditambah-tambah. Padahal dalam hadits ‘Aisyah sudah jelas disebutkan, ia ditanya oleh Abu Salamah Abdur Rahman tentang qiyamul lailnya Rasul pada bulan Ramadhan, ia menjawab: ”Sesungguhnya beliau tidak pernah menambah pada bulan Ramadhan, atau pada bulan lainnya. lebih dari sebelas raka’at. (HR Bukhari, Muslim).”
Ikhwan B : “Baiklah…ana mau tanya…antum shalat tarawih di rumah berapa lama? dan kira-kira selesai jam berapa shalatnya?”
Ikhwan A : “Ana shalat tarawih 11 rakaat lamanya sekitar 1 jam. Paling-paling selesai shalatnya sekitar jam 20.30 atau jam 21.00 malam.”
Ikhwan B : “Kalau dilihat dari dalil, shalat yang antum lakukan juga tidak sesuai dengan yang Nabi lakukan, karena Nabi shalallahu alaihi wasallam tidak pernah shalat malam (tarawih) secepat itu. Nabi shalat tarawih 11 rakaat dengan membaca bacaan yang panjang, sehingga selesai shalatnya hampir menjelang waktu sahur. Dalilnya antara lain:
Hadits Nu’man bin Basyir, ia berkata: “Kami melaksanakan qiyamul lail (tarawih) bersama Rasulullah pada malam 23 bulan Ramadhan, sampai sepertiga malam. Kemudian kami shalat lagi bersama beliau pada malam 25 Ramadhan (berakhir) sampai separoh malam. Kemudian beliau memimpin lagi pada malam 27 Ramadhan sampai kami menyangka tidak akan sempat mendapati sahur.” (HR. Nasa’i, Ahmad, Al Hakim. (hadits ini) shahih).
Hadits Abu Dzar,ia berkata: “…Maka beliau memimpin kami shalat pada malam ketiga. Beliau mengajak keluarga dan istrinya. Beliau mengimami sampai kami khawatir tidak mendapat falah. Saya (perawi) bertanya, apa itu falah? Dia (Abu Dzar) berkata, “Sahur.”(HR Nasai, Tirmidzi, Ibn Majah, AbuDaud, Ahmad. (hadits ini) shahih).”

Ikhwan A : “Tapi bukankah dibolehkan juga shalat malam dengan bacaan yang pendek atau singkat?!”
Ikhwan B : “Iya… Walaupun Nabi shalat tarawihnya dengan bacaan yang panjang dan selesainya hampir menjelang sahur, namun dibolehkan juga shalat tarawih dengan bacaan yang pendek. Begitu juga dengan shalat tarawih 23 rakaat. Walaupun Nabi shalatnya 11 rakaat, namun dibolehkan juga shalat tarawih dengan 23 rakaat atau lebih dari itu, karena hukum asalnya tidak dibatasi bilangannya. Apalagi hadits tentang shalat tarawihnya Nabi yang 11 rakaat bukan merupakan perintah dari Nabi, melainkan hanya perbuatan Nabi saja yang tidak menunjukkan makna wajib.
Imam Syafi’i berkata mengenai jumlah bilangan shalat tarawih, setelah meriwayatkan shalat di Mekkah 23 raka’at dan di Madinah 39 raka’at berkomentar, “Seandainya mereka memanjangkan bacaan dan menyedikitkan bilangan sujudnya, maka itu bagus. Dan seandainya mereka memperbanyak sujud dan meringankan bacaan, maka itu juga bagus; tetapi yang pertama lebih aku sukai.” (Fathul Bari, 4/253).
Ibn Hibban (wafat 354 H) berkata, “Sesungguhnya tarawih itu pada mulanya adalah 11 raka’at dengan bacaan yang sangat panjang hingga memberatkan mereka. Kemudian mereka meringankan bacaan dan menambah bilangan raka’at, menjadi 23 raka’at dengan bacaan sedang. Setelah itu mereka meringankan bacaan dan menjadikan tarawih dalam 36 raka’at tanpa witr.” (Fiqhus Sunnah, 1/174)
Ibn Taimiyah berkata, “Ia boleh shalat tarawih 20 raka’at sebagaimana yang mashur dalam madzhab Ahmad dan Syafi’i. Boleh shalat 36 raka’at sebagaimana yang ada dalam madzhab Malik. Boleh shalat 11 raka’at, 13 raka’at. Semuanya baik. Jadi banyaknya raka’at atau’ sedikitnya tergantung lamanya bacaan dan pendeknya.”(Majmu’ Al Fatawa, 23/113)

Ikhwan A : “Hmm…..”
Ikhwan B : “Bukankah seseorang yang bermanhaj Salaf seperti kita -insya Allah- hendaknya memahami dalil sesuai dengan pemahaman Salafush Shalih? Jika makna hadits ‘Aisyah yang antum sebutkan tadi maknanya seperti yang antum pahami (tidak boleh shalat tarawih lebih dari 11 atau 13 rakaat), niscaya para Salafush Shalih tidak akan ada yang berani menambahkan bilangan shalat tarawih lebih dari 11 atau 13 rakaat. Namun kenyataannya mereka semua (Salafush Shalih) banyak yang menambahkan bilangan shalat tarawih, ada yang 23 rakaat, 29 rakaat, 39 rakaat, 41 rakaat, 49 rakaat, dll. Berarti yang salah dalam memahami hadits ‘Aisyah tersebut mereka (Salafush Shalih) atau antum atau ustadz antum?”
Ikhwan A : “Hmmm….baiklah…antum benar insya Allah…Tapi jika ana shalat tarawih di masjid yang 23 rakaat, bolehkah ketika Imam sudah masuk rakaat ke 8 atau ke 10 maka ana pulang ke rumah untuk meneruskannya di rumah, agar ana tetap bisa shalat tarawih 11 rakaat??”
Ikhwan B : “Ini menyangkut perkara boleh atau tidaknya. Ana katakan hal itu adalah boleh saja…bahkan seandainya antum tidak shalat tarawih sama sekali, maka itu juga boleh karena hukum shalat tarawih hanyalah sunnah (tidak wajib), namun antum tidak mendapatkan keutamaan (sunnah) dari shalat tarawih. Begitu juga jika antum pulang ke rumah jika Imam sudah masuk bilangan ke 8 atau ke 10 rakaat, maka hal itu boleh, tapi….”
Ikhwan A : “Tapi apa?”
Ikhwan B : “…Tapi antum tidak mendapatkan keutamaan seperti yang disebutkan dalam hadits yang ana sebutkan sebelumnya, yaitu: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” (HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450). Berhubung antum pulang ke rumah sebelum shalat selesai dan tidak mengikuti Imam sampai selesai shalat, maka antum tidak mendapat keutamaan hadits tersebut (yaitu ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk). Wallahu a’lam.”
=== SELESAI ===

DOA HARIAN BULAN ROMADHAN fersi B. Iandonesia


Doa Harian Bulan Ramadhan
Doa Ramadhan Hari Ke 1 Doa Ramadhan Hari Ke 2
Yaa Allah! Jadikanlah Puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan Ibadah Malamku Sebagai Ibadah Orang-Orang Yang benar-benar Melakukan Ibadah Malam. Dan Jagalah aku Dari Tidurnya Orang-Orang Yang Lalai. Hapuskanlah Dosaku... Wahai Tuhan Sekalian Alam!! Dan Ampunilah aku, Wahai Pengampun Para Pembuat Dosa. Yaa Allah! Dekatkanlah aku Kepada Keridhoan-Mu Dan Jauhkanlah aku Dan Kemurkaan Serta Balasan-Mu. Berilah aku Kemampuan Untuk Membaca Ayat-Ayat-Mu Dengan Rahmat-Mu, Wahai Maha Pengasih Dari Semua Pengasih!!
Doa Ramadhan Hari Ke 3 Doa Ramadhan Hari Ke 4
Yaa Allah! Berikanlah aku Rezki Akal Dan Kewaspadaan Dan Jauhkanlah aku Dari Kebodohan Dan Kesesatan. Sediakanlah Bagian Untukku Dari Segala Kebaikan Yang Kau Turunkan, Demi Kemurahan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Dermawan Dari Semua Dermawan! Yaa Allah! Berikanlah Kekuatan Kepadaku, Untuk Menegakkan Perintah-Perintah-Mu, Dan Berilah aku Manisnya Berdzikir Mengingat-Mu. Berilah aku Kekuatan Untuk Menunaikan Syukur Kepada-Mu, Dengan Kemuliaan-Mu. Dan Jagalah aku Dengan Penjagaan-Mu Dan Perlindungan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Melihat.
Doa Ramadhan Hari Ke 5 Doa Ramadhan Hari Ke 6
Yaa Allah! Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Memohon Ampunan, Dan Jadikanlah aku Sebagai Hamba-Mu Yang shalih Dan Setia Serta Jadikanlah aku Diantara Auliya'-Mu Yang Dekat Disisi-Mu, Dengan Kelembutan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih diantara Semua Pengasih. Yaa Allah! Janganlah Engkau Hinakan aku Karena Perbuatan Maksiat Terhadap-Mu, Dan Janganlah Engkau Pukul aku Dengan Cambuk Balasan-Mu. Jauhkanlah aku Dari Hal-Hal Yang Dapat Menyebabkan Kemurkaan-Mu, Dengan Anugerah Dan Bantuan-Mu, Wahai Puncak Keinginan Orang-Orang Yang Berkeinginan!
Doa Ramadhan Hari Ke 7 Doa Ramadhan Hari Ke 8
Yaa Allah! Bantulah aku Untuk Melaksanakan Puasanya, Dan Ibadah Malamnya. Jauhkanlah aku Dari Kelalaian Dan Dosa-Dosa Nya. Dan Berikanlah aku Dzikir Berupa Dzikir Mengingat-Mu Secara Berkesinambungan, Dengan Taufiq-Mu, Wahai Pemberi Petunjuk Orang-Orang Yang Sesat. Yaa Allah! Berilah aku Rezki Berupa Kasih Sayang Terhadap Anak-Anak Yatim Dan Pemberian Makan, Serta Penyebaran Salam, Dan Pergaulan Dengan Orang-Orang Mulia, Dengan Kemuliaan-Mu, Wahai Tempat Berlindung Bagi Orang-Orang Yang Berharap
Doa Ramadhan Hari Ke 9 Doa Ramadhan Hari Ke 10
Yaa Allah! Sediakanlah Untukku Sebagian Dari Rahmat-Mu Yang Luas, Dan Berikanlah aku Petunjuk Kepada Ajaran-AjaranMu Yang Terang, Dan Bimbinglah aku Menuju Kepada Kerelaan-Mu Yang Penuh Dengan Kecintaan-Mu, Wahai Harapan Orang-Orang Yang Rindu. Yaa Allah! Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Bertawakkal Kepada-Mu, Dan Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Menang Disisi-Mu, Dan Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Dekat Kepada-Mu Dengan Ihsan-Mu, Wahai Tujuan Orang-Orang Yang Memohon.
Doa Ramadhan Hari Ke 11 Doa Ramadhan Hari Ke 12
Yaa Allah! Tanamkanlah Dalam Diriku Kecintaan Kepada Perbuatan Baik, Dan Tanamkanlah Dalam Diriku Kebencian Terhadap Kemaksiatan Dan Kefasikan. Jauhkanlah Dariku Kemurkaan-Mu Dan Api Neraka Dengan Pertolongan-Mu, Wahai Penolong Orang-Orang Yang Meminta Pertolongan. Yaa Allah! Hiasilah Diriku Dengan Penutup Dan Kesucian. Tutupilah Diriku Dengan Pakaian Qana'ah Dan Kerelaan. Tempatkanlah aku Di Atas Jalan Keadilan Dan Sikap Tulus. Amankanlah Diriku Dari Setiap Yang aku Takuti Dengan Penjagaan-Mu, Wahai Penjaga Orang-Orang Yang Takut.
Doa Ramadhan Hari Ke 13 Doa Ramadhan Hari Ke 14
Yaa Allah! Sucikanlah Diriku Dari Kekotoran Dan Kejelekan. Berilah Kesabaran Padaku Untuk Menerima Segala Ketentuan. Dan Berilah Kemampuan Kepadaku Untuk Bertaqwa, Dan Bergaul Dengan Orang-Orang Yang Baik Dengan Bantuan-Mu, Wahai Dambaan Orang-Orang Miskin. Yaa Allah! Janganlah. Engkau Hukum Aku, Karena Kekeliruan Yang kulakukan. Dan Ampunilah aku Dari Kesalahan-Kesalahan Dan Kebodohan. Janganlah Engkau Jadikan Diriku Sebagai Sasaran Bala' Dan Malapetaka Dengan Kemuliaan-Mu, Wahai Kemuliaan Kaum Muslimin.
Doa Ramadhan Hari Ke 15 Doa Ramadhan Hari Ke 16
Yaa Allah! Berilah aku Rezki Berupa Ketaatan Orang-Orang Yang Khusyu'. Dan Lapangkanlah Dadaku Dengan Taubatnya Orang-Orang Yang Menyesal, Dengan Keamanan-Mu, Wahai Keamanan Untuk Orang-Orang Yang Takut. Yaa Allah! Berilah aku Kemampuan Untuk Hidup Sebagaimana Kehidupan Orang-Orang Yang Baik. Dan Jauhkanlah aku Dari Kehidupan Bersama Orang-Orang Yang Jahat. Dan Naungilah aku Dengan Rahmat-Mu Hingga Sampai Kepada Alam Akhirat. Demi Ketuhanan-Mu Wahai Tuhan Seru Sekalian Alam.
Doa Ramadhan Hari Ke 17 Doa Ramadhan Hari Ke 18
Yaa Allah! Tunjukkanlah aku Kepada Amal Kebajikan Dan Penuhilah Hajat Serta Cita-Citaku. Wahai Yang Maha Mengetahui Keperluan, Tanpa Pengungkapan Permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui Segala Yang Ada Didalam Hati Seluruh Isi Alam. Sholawat Atas Muhammad Dan Keluarganya Yang Suci. Yaa Allah! Sedarkanlah aku Akan Berkah-Berkah Yang Terdapat Di Saat Saharnya. Dan Sinarilah Hatiku Dengan Terang Cahayanya Dan Bimbinglah aku Dan Seluruh Anggota Tubuhku Untuk Dapat Mengikuti Ajaran-Ajarannya, Demi Cahaya-Mu Wahai Penerang Hati Para Arifin.
Doa Ramadhan Hari Ke 19 Doa Ramadhan Hari Ke 20
Yaa Allah! Penuhilah Bagianku Dengan Berkah-Berkahnya, Dan Mudahkanlah Jalanku Menuju Kebaikan-Kebaikannya. Janganlah Kau Jauhkan aku Dari Ketertedmaan Kebaikan-Kebaikannya, Wahai Pembed Petunjuk Kepada Kebenaran Yang Terang. Yaa Allah! Bukakanlah Bagiku Pintu-Pintu Sorga Dan Tutupkanlah Bagiku Pintu-Pintu Neraka, Dan Berikanlah Kemampuan Padaku Untuk Membaca Ai-Quran Wahai Penurun Ketenangan Di Dalam Hati Orang-Orang Mu'min.
Doa Ramadhan Hari Ke 21 Doa Ramadhan Hari Ke 22
Yaa Allah! Berilah aku Petunjuk Menuju Kepada Keridhoan-Mu. Dan Janganlah Engkau Bed Jalan Kepada Setan Untuk Menguasaiku. Jadikanlah Sorga Bagiku Sebagai Tempat Tinggal Dan Peristirahatan, Wahai Pemenuh Keperluan Orang-Orang Yang Meminta. Yaa Allah! Bukakanlah Bagiku Pintu-Pintu Karunia-Mu, Turunkan Untukku Berkah-Berkah Mu. Berilah Kemampuan Untukku Kepada Penyebab-Penyebab Keridhoan-Mu, Dan Tempatkanlah aku Di Dalam Sorga-Mu Yang Luas, Wahai Penjawab Doa Orang-Orang Yang Dalam Kesempitan.
Doa Ramadhan Hari Ke 23 Doa Ramadhan Hari Ke 24
Yaa Allah! Sucikanlah aku Dari Dosa-Dosa, Dan Bersihkanlah Diriku Dari Segala Aib. Tanamkanlah Ketaqwaan Di Dalam Hatiku, Wahai Penghapus Kesalahan Orang-Orang Yang Berdosa. Yaa Allah! aku Memohon Kepada-Mu Hal-Hal Yang Mendatangkan Keridhoan-Mu, Dan aku Berlindung Dengan-Mu Dan Hal-Hal Yang Mendatangkan Kemarahan-Mu, Dan aku Memohon Kepada-Mu Kemampuan Untuk Mentaati-Mu Serta Menghindari Kemaksiatan Terhadap-Mu, Wahai Pemberi Para Peminta.
Doa Ramadhan Hari Ke 25 Doa Ramadhan Hari Ke 26
Yaa Allah! Jadikanlah aku Orang-Orang Yang Menyintai Auliya-Mu Dan Memusuhi Musuh-Musuh Mu. Jadikanlah aku Pengikut Sunnah-Sunnah Penutup Nabi-Mu, Wahai Penjaga Hati Para Nabi. Yaa Allah! Jadikanlah Usahaku Sebagai Usaha Yang Di syukuri, Dan Dosa-Dosaku Di ampuni, Amal Perbuatanku Diterima, Dan Seluruh Aibku Di tutupi, Wahai Maha Pendengar Dan Semua Yang Mendengar.
Doa Ramadhan Hari Ke 27 Doa Ramadhan Hari Ke 28
Yaa Allah! Rizkikanlah Kepadaku Keutamaan Lailatul Qadr, Dan Ubahlah Perkara-Perkaraku Yang Sulit Menjadi Mudah. Terimalah Permintaan Maafku, Dan Hapuskanlah Dosa Dan Keslahanku, Wahai Yang Maha Penyayang Terhadap Hamba-HambaNya Yang shalih. Yaa Allah! Penuhkanlah Hidupku Dengan Amalan-Amalan Sunnah, Dan Muliakanlah aku Dengan Terkabulnya Semua Permintaan. Dekatkanlah Perantaraanku Kepada-Mu Diantara Semua Perantara, Wahai Yang Tidak Tersibukkan Oleh Permintaan Orang-Orang Yang Meminta.
Doa Ramadhan Hari Ke 29 Doa Ramadhan Hari Ke 30
Yaa Allah! Liputilah aku Dengan Rahmat Dan Berikanlah Kepadaku Taufiq Dan Penjagaan. Sucikanlah Hatiku Dan Noda-Noda Fitnah Wahai Pengasih Terhadap Hamba-HambaNya Yang Mu'min. Yaa Allah! Jadikanlah Puasaku Disertai Dengan Syukur Dan Penerima Di Atas Jalan Keridhoan-Mu Dan Keridhoan Rasul. Cabang-Cabangnya Kokoh Dan Kuat Berkat Pokok-Pokoknya, Demi Kenabian Muhammad Dan Keluarganya Yang Suci, Dan Segala Puji Bagi Allah Tuhan Sekalian
Marhaban ya Ramadhan, semoga bermanfaat. Sudah punya koleksi koleksi ucapan sms Ramadhan?

DIALOG SHOLAT TARAWIH


Ikhwan A : “Antum shalat tarawihnya dimana?” Ikhwan B : “Ana shalatnya di masjid dekat rumah ana.”
Ikhwan A : “Itu kan jumlahnya 23 rakaat?!”
Ikhwan B : “Iya 23 rakaat, emang kenapa?”
Ikhwan A : “Shalat Tarawihnya gak nyunnah!…gak ada dalilnya… Antum koq mau saja shalat tarawihnya disitu?”
Ikhwan B : “Kalau antum shalatnya dimana? Memangnya di daerah kita ada masjid yang shalatnya 11 rakaat?”
Ikhwan A : “Ana shalat tarawihnya di rumah, biar bisa shalat 11 rakaat.”

Ikhwan B : “Justru shalat tarawih yang sendirian itu (di rumah) yang tidak nyunnah. Bukankah shalat tarawih itu sunnahnya dikerjakan secara berjamaah di masjid?? Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” (HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450)”

Ikhwan A : “soalnya di daerah kita tidak ada masjid yang shalatnya 11 rakaat. Lagipula dulu Rasulullah shalat tarawih berjamaahnya hanya diawal bulan dan di akhir bulan saja, seterusnya beliau shalat di rumah sendirian.”
Ikhwan B : “Rasulullah shalat di rumah sendirian karena ada alasannya seperti yang disebutkan dalam hadits, yaitu khawatir shalat tarawih akan diwajibkan untuk umatnya. Seperti sabda beliau shalallahu alaihi wasallam: ‘…Namun aku khawatir kalau shalat itu akhirnya menjadi wajib atas diri kalian sehingga kalian tak sanggup melakukannya.’ (HR: Bukhari dan Muslim). Lagipula shalat tarawih berjamaah mulai rutin dilakukan atas ijtihadnya Umar bin al Khaththab, bukankan Umar adalah Khulafaur Rasyidin, dan ijtihadnya Khulafaur Rasyidin juga termasuk Sunnah?? Seperti disabda beliau, ‘…Maka, hendaklah kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para khulafaur-rasyidin yang mendapat petunjuk sesudahku. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 4607; At-Tirmidzi no. 2676; Ahmad 4/126-127;)”
Ikhwan A : “Iya…ana tahu kalau shalat tarawih berjamaah itu adalah sunnah, tapi yang jadi permasalahan sekarang ini adalah jumlah bilangannya. Daripada ana shalat 23 rakaat yang tidak ada sunnahnya, lebih baik ana shalat sendirian dengan 11 rakaat biar sesuai sunnah. Seandainya ada masjid di daerah kita yang 11 rakaat, ana pasti akan shalat berjamaah disitu, tapi buktinya belum ada masjid yang shalatnya 11 rakaat. Bagaimana donk??”
Ikhwan B : “Memang benar bahwa shalat tarawih 11 rakaat itu sunnah, tapi shalat dengan jumlah 23 rakaat itu juga dibolehkan.”
Ikhwan A : “Kalau shalat 23 rakaat itu dibolehkan, mana dalilnya?”
Ikhwan B : “Dalilnya, Umar pernah shalat tarawih 23 rakaat. Riwayat ini dishahihkan oleh Imam AlNawawi, Al Zaila’i, Al Aini, Ibn Al Iraqi, Al Subkhi, As Suyuthi, Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, dan lain-lain.”
Ikhwan A : “Ana mintanya dalil dari Rasulullah. Apakah Rasulullah pernah shalat tarawih 23 rakaat.”
Ikhwan B : “Hmm…memang Rasulullah tidak pernah shalat tarawih dengan 23 rakaat, karena hadits2 tentang tarawihnya Nabi sebanyak 23 rakaat tidak ada yang shahih.”
Ikhwan A : “Nah kalau Nabi tidak pernah shalat tarawih 23 rakaat, lantas kenapa antum membolehkan shalat tarawih 23 rakaat?”
Ikhwan B : “Karena hukum asalnya shalat tarawih itu tidak dibatasi bilangannya. Seperti hadits Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam: ‘Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika engkau khawatir akan datangnya fajar maka shalatlah 1 rakaat agar jumlah rakaatnya ganjil’. (Muttafaqun ‘ilaihi). Hadits ini mutlak menjelaskan bahwa bilangan shalat malam itu tidak dibatasi, berapa saja dibolehkan, selama belum masuk waktu fajar. Makanya Umar dan para Salaf melakukan shalat tarawih dengan bilangan yang bermacam-macam.”
Ikhwan A : “Mana yang lebih baik, yang dilakukan Nabi atau yang dilakukan oleh Umar atau orang lain?”
Ikhwan B : “Jelas yang lebih baik adalah yang dilakukan Nabi shalallahu alaihi wasallam.”
Ikhwan A : “Kalau yang dilakukan Nabi adalah lebih baik, ya sudah…cukup shalat tarawih dengan 11 rakaat, tidak perlu ditambah-tambah. Padahal dalam hadits ‘Aisyah sudah jelas disebutkan, ia ditanya oleh Abu Salamah Abdur Rahman tentang qiyamul lailnya Rasul pada bulan Ramadhan, ia menjawab: ”Sesungguhnya beliau tidak pernah menambah pada bulan Ramadhan, atau pada bulan lainnya. lebih dari sebelas raka’at. (HR Bukhari, Muslim).”
Ikhwan B : “Baiklah…ana mau tanya…antum shalat tarawih di rumah berapa lama? dan kira-kira selesai jam berapa shalatnya?”
Ikhwan A : “Ana shalat tarawih 11 rakaat lamanya sekitar 1 jam. Paling-paling selesai shalatnya sekitar jam 20.30 atau jam 21.00 malam.”
Ikhwan B : “Kalau dilihat dari dalil, shalat yang antum lakukan juga tidak sesuai dengan yang Nabi lakukan, karena Nabi shalallahu alaihi wasallam tidak pernah shalat malam (tarawih) secepat itu. Nabi shalat tarawih 11 rakaat dengan membaca bacaan yang panjang, sehingga selesai shalatnya hampir menjelang waktu sahur. Dalilnya antara lain:
Hadits Nu’man bin Basyir, ia berkata: “Kami melaksanakan qiyamul lail (tarawih) bersama Rasulullah pada malam 23 bulan Ramadhan, sampai sepertiga malam. Kemudian kami shalat lagi bersama beliau pada malam 25 Ramadhan (berakhir) sampai separoh malam. Kemudian beliau memimpin lagi pada malam 27 Ramadhan sampai kami menyangka tidak akan sempat mendapati sahur.” (HR. Nasa’i, Ahmad, Al Hakim. (hadits ini) shahih).
Hadits Abu Dzar,ia berkata: “…Maka beliau memimpin kami shalat pada malam ketiga. Beliau mengajak keluarga dan istrinya. Beliau mengimami sampai kami khawatir tidak mendapat falah. Saya (perawi) bertanya, apa itu falah? Dia (Abu Dzar) berkata, “Sahur.”(HR Nasai, Tirmidzi, Ibn Majah, AbuDaud, Ahmad. (hadits ini) shahih).”

Ikhwan A : “Tapi bukankah dibolehkan juga shalat malam dengan bacaan yang pendek atau singkat?!”
Ikhwan B : “Iya… Walaupun Nabi shalat tarawihnya dengan bacaan yang panjang dan selesainya hampir menjelang sahur, namun dibolehkan juga shalat tarawih dengan bacaan yang pendek. Begitu juga dengan shalat tarawih 23 rakaat. Walaupun Nabi shalatnya 11 rakaat, namun dibolehkan juga shalat tarawih dengan 23 rakaat atau lebih dari itu, karena hukum asalnya tidak dibatasi bilangannya. Apalagi hadits tentang shalat tarawihnya Nabi yang 11 rakaat bukan merupakan perintah dari Nabi, melainkan hanya perbuatan Nabi saja yang tidak menunjukkan makna wajib.
Imam Syafi’i berkata mengenai jumlah bilangan shalat tarawih, setelah meriwayatkan shalat di Mekkah 23 raka’at dan di Madinah 39 raka’at berkomentar, “Seandainya mereka memanjangkan bacaan dan menyedikitkan bilangan sujudnya, maka itu bagus. Dan seandainya mereka memperbanyak sujud dan meringankan bacaan, maka itu juga bagus; tetapi yang pertama lebih aku sukai.” (Fathul Bari, 4/253).
Ibn Hibban (wafat 354 H) berkata, “Sesungguhnya tarawih itu pada mulanya adalah 11 raka’at dengan bacaan yang sangat panjang hingga memberatkan mereka. Kemudian mereka meringankan bacaan dan menambah bilangan raka’at, menjadi 23 raka’at dengan bacaan sedang. Setelah itu mereka meringankan bacaan dan menjadikan tarawih dalam 36 raka’at tanpa witr.” (Fiqhus Sunnah, 1/174)
Ibn Taimiyah berkata, “Ia boleh shalat tarawih 20 raka’at sebagaimana yang mashur dalam madzhab Ahmad dan Syafi’i. Boleh shalat 36 raka’at sebagaimana yang ada dalam madzhab Malik. Boleh shalat 11 raka’at, 13 raka’at. Semuanya baik. Jadi banyaknya raka’at atau’ sedikitnya tergantung lamanya bacaan dan pendeknya.”(Majmu’ Al Fatawa, 23/113)

Ikhwan A : “Hmm…..”
Ikhwan B : “Bukankah seseorang yang bermanhaj Salaf seperti kita -insya Allah- hendaknya memahami dalil sesuai dengan pemahaman Salafush Shalih? Jika makna hadits ‘Aisyah yang antum sebutkan tadi maknanya seperti yang antum pahami (tidak boleh shalat tarawih lebih dari 11 atau 13 rakaat), niscaya para Salafush Shalih tidak akan ada yang berani menambahkan bilangan shalat tarawih lebih dari 11 atau 13 rakaat. Namun kenyataannya mereka semua (Salafush Shalih) banyak yang menambahkan bilangan shalat tarawih, ada yang 23 rakaat, 29 rakaat, 39 rakaat, 41 rakaat, 49 rakaat, dll. Berarti yang salah dalam memahami hadits ‘Aisyah tersebut mereka (Salafush Shalih) atau antum atau ustadz antum?”
Ikhwan A : “Hmmm….baiklah…antum benar insya Allah…Tapi jika ana shalat tarawih di masjid yang 23 rakaat, bolehkah ketika Imam sudah masuk rakaat ke 8 atau ke 10 maka ana pulang ke rumah untuk meneruskannya di rumah, agar ana tetap bisa shalat tarawih 11 rakaat??”
Ikhwan B : “Ini menyangkut perkara boleh atau tidaknya. Ana katakan hal itu adalah boleh saja…bahkan seandainya antum tidak shalat tarawih sama sekali, maka itu juga boleh karena hukum shalat tarawih hanyalah sunnah (tidak wajib), namun antum tidak mendapatkan keutamaan (sunnah) dari shalat tarawih. Begitu juga jika antum pulang ke rumah jika Imam sudah masuk bilangan ke 8 atau ke 10 rakaat, maka hal itu boleh, tapi….”
Ikhwan A : “Tapi apa?”
Ikhwan B : “…Tapi antum tidak mendapatkan keutamaan seperti yang disebutkan dalam hadits yang ana sebutkan sebelumnya, yaitu: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” (HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450). Berhubung antum pulang ke rumah sebelum shalat selesai dan tidak mengikuti Imam sampai selesai shalat, maka antum tidak mendapat keutamaan hadits tersebut (yaitu ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk). Wallahu a’lam.”
=== SELESAI ===

Pengikut