Sabtu, 24 Desember 2011

Sale, Rembang

Sale, adalah sebuah kecamatan yang di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Jatirogo (Kabupaten Tuban, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Blora. Sale meiliki hutan jati yang luas dan bisa diandalkan. selain itu banyak potensi desa sale yang saat ini terus berkembang menuju sebuah desa mandiri. salah satunya yang sedang berkembang komunitas pemelihara burung lomba. Saking terkenalnya desa ini bahkan menjadi jujukan para penghobi burung yang menginginkan burung peliharaan yang berkwalitas. Mulai penghobi burung dari Jakarta, Bogor, Bojonegoro, Tuban dan Semarang. Komunitas penghoby burung berkicau ini semakin berkembang setelah tiap bulan sekali digelar lomba burung berkicau.
Di desa ini pula muncul tradisi unik dalam minum kopi bersama di sebuah warung pasalnya di tempat tersebut akan muncul ide bersama untuk mewujudkan karya atau bergotong royong. selain itu di warung kopi juga muncul tradisi melukis dengan ampas kopi atau lethek di atas sebatang rokok. Rata-rata karya lukisan para peminum kopi ini bertema batik dengan corak pepohonan serta burung.
Kecamatan Sale memiliki tempat wisata andalan hutan wisata sumber Semen. Semen memiliki sumber air yang menjadi beberapa sungai, keseluruhannya mengalir ke Jawa Timur. Sebagian air dari sumber Semen, melalui pipa, dikirim ke kota Rembang, sebagai pemasok air minum. Sayangnya pemerintah Rembang tak memiliki itikad baik setelah desa Sale menyumbang air bersih bagi kota rembang. Semestinya Pemerintah Kabupaten memberikan prioritas dalam soal pembangunan fasilitas umum lainya sebagai kompensasi pengambilan air bersih. Padahal persoalan tersebut sudah sering disampaikan ke Pemerintah Daerah agar memberikan kompensasi terhadap pengambilan dan pemanfaat air bersih dari desa Sale. Dan anehnya pipa untuk saluran air bersih tersebut tidak mengalir ke desa-desa kecamatan Sale, pipa air bersih tersebut hanya di peruntukkan daerah rembang.
Pengaturan air untuk kepentingan pertanian sejak zaman Belanda teratur rapi, sehingga sampai sekarang sawah antara desa Tahunan sampai desa Sale dapat ditanami padi 3 kali setahun. Mata pencaharian utama dari masyarakatnya adalah bertani. Di Kecamatan Sale terdapat hutan jati, di bawah pengelolaan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo. Di Desa Tahunan terdapat penambangan batu oleh PT SAF (Sinar Asia Furtuna), yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Namun sayangnya penambangan batu tersebut kadang mengabaikan lingkungan hidup, bahkan sejak tahun 2007 lalu satu bukit sudah ludes ditambang.
Kecamatan Sale terdiri atas 15 desa : Tahunan, Gading, Jinanten, Mrayun, Joho, Wonokerto, Ngajaran, Sale, Mbancang, Tengger, Sumbermulyo, Bitingan, Ukir, Pakis, Rendeng.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut